Pemprov Jateng Siapkan 7,1 Juta Liter Bantuan Air Bersih Hadapi Kemarau

Pemprov Jateng Siapkan 7,1 Juta Liter Bantuan Air Bersih Hadapi Kemarau Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Foto: jatengprov.go.id

Semarang, Pos Jateng - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memastikan pihaknya telah menyiapkan skema bantuan air bersih untuk mengantisipasi kekurangan air bersih saat musim kemarau. Total ada 7,1 juta liter air bersih siap dibagikan ke daerah yang mengalami kekurangan air bersih.

“Kita tiap hari ada bantuan yang kita kirim ke daerah-daerah. Jadi kalau boleh saya tampilkan visualnya, dari BPBD semua siaga, bupati/walikota semua siaga, so far sampai hari ini ada (bantuan air),” kata Ganjar dalam keterangannya, dilansir dari jatengprov.go.id, Selasa (15/8).

Ganjar juga mengimbau agar masyarakat segera melapor bila menemukan potensi kekeringan di wilayah masing-masing. Ia ingin melibatkan masyarakat ikut mengawasi krisis air bersih agar pemerintah tidak telat mengantisipasi.

“Memang ada dari teman-teman media menyampaikan di tempat ini kurang air, sebenarnya tinggal lapor saja biar nanti kita kirim, karena memang di daerah-daerah tertentu ya memang kurang air. Kita siapkan, kita minta kawan-kawan untuk selalu me-report secara rutin,” tuturnya.

Ganjar menjelaskan, pihaknya juga menyiapkan antisipasi jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Pertama, menjaga dan merawat sumber-sumber mata air dengan memperbanyak menanam pohon. Kedua, pengelolaan sumber mata air juga harus dilakukan, dengan membuat saluran agar distribusinya mudah.

“Di beberapa titik ada sumur bor, yang lain kita bisa menampung dari air hujan. Maka rain harvesting-nya mesti dilakukan dengan peralatan. Seperti tandon-tandon yang ada di rumah itu juga bisa,” pungkasnya.

Berdasarkan prediksi Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) musim kemarau tahun ini sudah mulai berlangsung sejak Maret dengan titik puncak pada Agustus-September 2023. Tercatat 63% wilayah Indonesia sudah masuk musim kemarau.

"Pada awal Agustus 2023 ini sudah sebanyak 69% wilayah Indonesia masuk musim kemarau," dikutip dari unggahan akun Instagram resmi BMKG.