Dilaporkan ke Polisi, @CakKhum Hapus 'Jogja Istimewa'

Dilaporkan ke Polisi, @CakKhum Hapus 'Jogja Istimewa' Pemilik akun Twitter dan Instagram @CakKhum, Cak Khum (kiri), bersama cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno. (Foto: Instagram/@cakkhum)

Yogyakarta - Pemilik akun Twitter dan Instagram @CakKhum, Cak Khum, menghapus unggahannya tentang relawan Prabowo-Sandi yang menyanyikan dan mengubah lagu Jogja Istimewa.

Dalih dia, lantaran sumber unggahannya, akun Instagram @mediaprabowo, telah menghapus dan meminta maaf kepada pencipta lagu, Marzuki Mohamad alias Kill the DJ.

"Saya menghapus video emak-emak yang nyanyi Jogja Istimewa, karena sumber saya mengambil video tersebut, sudah menghapus dan minta maaf," demikian isi twitnya, Rabu (16/1).

Baca juga:
Marzuki Mohamad Berang 'Jogja Istimewa' Diubah Pro-Prabowo
Marzuki Laporkan Dua Akun Medsos
Kasus Jogja Istimewa, Tim Prabowo Emoh Minta Maaf

Euforia dan kekompakkan ibu-ibu pendukung Prabowo, menjadi dalih Cak Khum mengunggah video tersebut. "Tidak tahu sama sekali kalau lagu itu punya @killthedj, karena saya bukan orang Jogja," isi akhir twitnya.

Berdasarkan pantauan posjateng.id di kedua akun Cak Khum hingga Rabu, pukul 16.50, keterangan tersebut hanya diunggah di Twitter. Isi pesan sama tak ada di akun Instagramnya.

Mengaku Senang
Terpisah, pihak Marzuki merasa gembira dengan adanya bantuan hukum dari Tim Kampanye Daerah (TKD) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

"Kalau mereka merapat, kita senang," ungkap kuasa hukum pentolan Jogja Hipop Foundation (JHF) itu, Hilarius Ngaji Mero, terpisah.

Dia mengungkapkan, sejauh ini Marzuki banyak mendapat dukungan dari para pendukung dan relawan petahana. "Baru pribadi-pribadi (bukan tim sukses)," terangnya.