Kemenkes Tetapkan Tarif Tertinggi PCR Jawa-Bali Jadi Rp275 Ribu

Kemenkes Tetapkan Tarif Tertinggi PCR Jawa-Bali Jadi Rp275 Ribu Ilustrasi PCR. Foto: pixabay.com

Nasional, Pos Jateng – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menetapkan tarif tertinggi pemeriksaan Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) sebesar Rp275.000 untuk pulau Jawa dan Bali. Sementara untuk luar pulau Jawa-Bali sebesar Rp300.000.

“Dari hasil evaluasi, kami sepakati bahwa batas tarif tertinggi pemeriksaan RT-PCR diturunkan menjadi Rp. 275 Ribu untuk pulau Jawa dan Bali, serta sebesar Rp.300 ribu untuk luar pulau Jawa dan Bali,” ujar Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes, Abdul Kadir, dilansir dari sehatnegeriku.kemkes.go.id, Rabu (27/10).

Abdul menjelaskan, batasan tarif tertinggi pemeriksaan RT-PCR ditetapkan melalui Surat Edaran Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan nomor HK.02.02/1/3843/2021 tentang Batas Tarif Tertinggi Pemeriksaan RT-PCR.

“Hasil pemeriksaan RT-PCR dikeluarkan dengan durasi maksimal 1×24 jam dari pengambilan swab pada pemeriksaan RT-PCR,” kata Abdul.

Ia menyampaikan, penetapan ini berdasarkan evaluasi yang dilakukan melalui perhitungan biaya pengambilan dan pemeriksaan RT-PCR, terdiri dari komponen-komponen jasa pelayanan/SDM, komponen reagen dan bahan habis pakai (BHP), komponen biaya administrasi, Overhead, dan komponen biaya lainnya yang disesuaikan dengan kondisi saat ini.

Ia meminta Dinas Kesehatan Daerah Provinsi dan Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten/Kota melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pemberlakuan pelaksanaan Batas Tarif Tertinggi ini sesuai kewenangan masing-masing.

“Apabila ditemukan Lab yang tidak mengikuti ketetapan pemerintah, maka akan ada sanksi berupa penutupan Lab dan pencabutan izin operasional. Evaluasi tarif tertinggi tes PCR ini akan ditinjau ulang sesuai kebutuhan,” pungkasnya.