Ratusan Anak Rawan Putus Sekolah di Pati Terima Bantuan Tunai

Ratusan Anak Rawan Putus Sekolah di Pati Terima Bantuan Tunai Ilustrasi pelajar. Foto: pixabay.com

Pati, Pos Jateng - Sebanyak 210 orang anak dari keluarga tidak mampu yang rawan putus sekolah menerima bantuan uang tunai dari Lembaga Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (LGN-OTA) dan Baznas Kabupaten Pati.

Ketua LGN-OTA Kabupaten Pati, Musus Indarnani Haryanto mengatakan, bantuan yang diberikan dapat digunakan memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah, seperti alat tulis, seragam, sepatu, tas sekolah.

“Bantuan diberikan sebagai semangat dan motivasi kepada anak-anak, agar tidak putus sekolah. Bantuan tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah,” kata Musus dalam keterangannya di jatengprov.go.id, Rabu (27/10).

Musus merinci, sebanyak 125 orang anak asuh dari 20 SD Negeri dan 6 MI mendapat bantuan masing-masing sebesar Rp150 ribu dari LGN-OTA, sedangkan dari Baznas sebesar Rp200 ribu.

Sedangkan, 60 orang anak asuh setingkat SMP, masing-masing mendapatkan bantuan sebesar Rp250 ribu dari LGN-OTA, dan Rp 200 ribu dari Baznas.

“Selanjutnya, bagi 25 (orang) anak asuh setingkat SMA, dengan perincian masing-masing sebesar Rp350 ribu dari LGN-OTA, sedangkan dari baznas masing-masing sebesar Rp200 ribu,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Pati, Haryanto mengapresiasi peran LGN-OTA dan Baznas Pati dalam mendukung anak-anak yang tidak mampu supaya tetap sekolah.

“Terlebih, di tengah pandemi seperti sekarang, di mana membawa dampak cukup signifikan di berbagai lini kehidupan masyarakat, terutama dari segi ekonomi,” kata Haryanto.

Haryanto berharap, bantuan yang diterima anak asuh dapat bermanfaat dan menambah semangat anak-anak dalam menempuh pendidikan.

“Karena faktanya, meski pemerintah telah membebaskan biaya pendidikan dasar 9 tahun, namun masih banyak yang berhenti sekolah karena kondisi ekonomi keluarga,” pungkasnya.