Pemkot Yogyakarta Targetkan 20 Ribu UMKM Miliki Nomor Induk Berusaha

Pemkot Yogyakarta Targetkan 20 Ribu UMKM Miliki Nomor Induk Berusaha Pj. Wali Kota Yogyakarta, Sumadi, bersama Kepala Disperinkopukm, Tri Karyadi Riyanto, saat peluncuran Pasar UMKM Jumat Berkah, Jumat (26/8). Foto: jogjakota.go.id

Kota Yogyakarta, Pos Jateng – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta melalui Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM (Disperinkop UKM) terus mendorong pelaku UMKM untuk memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Kepala DisperInkop UKM Kota Yogyakarta, Karyadi Riyanto mengatakan, pihaknya menargetkan 20 ribu UMKM yang ada di wilayahnya memiliki NIB.

“Dari sekitar 20 ribu UMKM di Kota Jogja, baru ada kurang lebih 14 ribu UMKM yang resmi dan memiliki NIB. Kita targetkan semunya punya karena NIB akan mempermudah akses ke sumber pembiayaan dan koneksi pemasaran,” paparnya saat peluncuran Pasar UMKM Jumat Berkah di Balai Kota Yogyakarta, Jumat (26/8).

Karyadi menambahkan, NIB merupakan bukti legalitas yang dapat membantu UMKM naik kelas. Pihaknya juga memberikan bebagai bantuan lain, seperti memfasilitasi pemberian sertifikat halal bagi produk-produk kuliner.

“Kita juga dorong untuk diberikan sertifikat halal agar semakin naik kelas. Sehingga kita gratiskan. Kita tidak berwujud uang, tapi fasilitas yang lain,” imbuhnya

Pemberdayaan UMKM di tiap-tiap kemantren (kecamatan), lanjut Karyadi, Disperinkop UKM menggandeng Forum Komunikasi Usaha Mikro (Forkom) agar terorganisir dan mudah dalam melakukan pemantauan.

“Kami ingin lebih mengoptimalkan keberadaan Forkom. Jangan sampai produk antar UMKM itu sama sehingga nantinya akan tercipta kompetisi yang sehat antar. Dari 14 Forkom, karakternya berbeda-beda. Harapannya itu, keunikan masing-masing muncul. Sehingga kami tidak akan mengambil perorangan, tapi lewat Forkom,” terangya.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Wali Kota Yogyakarta, Sumadi mengatakan, pihaknya terus mengupayakan adanya pemulihan ekonomi. Salah satunya dengan mendorong para pelaku UMKM untuk terus berinovasi.

“Sudah terbukti teman-teman UMKM itu kan bisa survive ketika pandemi ini. Kami selalu mendorong pada mereka, inovasi terus ditumbuhkan,” ujarnya.

Sumadi menjelaskan, tidak hanya inovasi, para pelaku UMKM juga didorong untuk bisa mengikuti perkembangan zaman. Misalnya, upaya promosi dan pemasaran yang dilakukan secara online. Disperinkop UKM bersama Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominfosan) turut serta membantu para UMKM memasarkan produk-produk mereka.

“Kita juga konsisten memberikan bantuan permodalan bagi para pelaku UMKM dengan menggandeng BUMD, Rumah Zakat, Baznas, Bank Jogja. Kita gandeng semua untuk memenuhi permodalan,” tandasnya.