Kapanewon Gamping Sleman Kenalkan Seni Jathilan ke Anak Muda Lewat Pentas Seni

Kapanewon Gamping Sleman Kenalkan Seni Jathilan ke Anak Muda Lewat Pentas Seni Salah satu peserta Pentas Seni Jathilan di Kapanewon Gamping. Foto: slemankab.go.id

Sleman, Pos Jateng - Pemerintah Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman terus berkomitmen melestarikan seni kebudayaan lokal berupa Jathilan dengan menggelar Lomba Pentas Jathilan. Acara yang dirangkai dengan peringatan HUT ke-78 RI tersebut juga bertujuan mengenalkan ke anak muda bagaimana seni Jathilan lahir dan berkembang hingga saat ini.

Panewu Gamping, Yakti Yudanto, mengatakan ada 5 paguyuban jathilan yang ikut ambil bagian pada tahun ini. Yakti mengatakan, paguyuban-paguyuban tersebut akan menampilkan keindahan dan keunikan seni jathilan untuk memikat anak muda agar tergugah melestarikannya di masa depan.

“Kami harap budaya, tradisi dan keunikannya (jathilan) dirawat, dikembangkan dan dijaga untuk masa depan,” kata Yakti dalam keterangannya, dilansir dari slemankab.go.id, Jumat (11/8).

Yakti juga memberikan apresiasi kepada paguyuban-paguyuban yang juga mempunyai misi sama dengan pemerintah Kapanewon Gamping, yakni mengenalkan seni budaya Jathilan ke khalayak luas, khususnya anak muda.

Maka dari itu, Yakti berpesan agar para pengampu paguyuban terus melakukan kreativitas dan inovasi agar seni Jathilan tidak tertelan zaman dan kemajuan teknologi.

“Tingkatkan kreativitas-kreativitas dan inovasi. Terima kasih karena telah membentuk kelompok seni (jathilan) di kalurahan masing-masing,” katanya.

Diketahui, Lomba Pentas Jathilan digelar di lapangan Kantor Kapanewon Gamping pada Kamis (10/8). Lomba diikuti oleh 5 paguyuban dari 5 kalurahan, yakni Gagak Rimang dari Ambarketangan, Bekso Turinggi Laras dari Nogotirto, Bekso Mudho Budoyo dari Balecatur, Kudho Kumoro dari Banyuraden dan Turonggo Cahyo Mudho dari Trihanggo.