Sampah dan Pemakaman Jadi PR Pemkot Surakarta

Upaya yang dilakukan, salah satunya dengan menutup TPS secara bertahap.
Jumat, 11 Okt 2019 10:31 WIB Author - Fatah Hidayat Sidiq

SURAKARTA - Pengelolaan sampah menjadi salah satu pekerjaan rumah (PR) Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta, Jawa Tengah (Jateng). Meski dianggap sebagai kota terlayak huni versi Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) Indonesia 2018.

Untuk menyelesaikannya, pemkot menutup tempat pembuangan sementara (TPS) secara bertahap. Digantikan dengan mobil TPS yang secara berkala mendistribusikan sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Dulu ada 58 TPS. Sekarang kami tutup satu persatu. Tinggal empat TPS. Itu di Bonoloyo, Sondakan, Kedungtungkul, dan Norowangsan, ucap Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo.

Dengan penutupan TPS itu, lanjut dia, ketersediaan dan kualitas air tanah membaik. Apalagi, sekarang lahannya dimanfaatkan sebagai ruang terbuka hijau (RTH). Seperti taman.

Surakarta memproduksi 300 ton sampah per hari. Seluruhnya diangkut ke TPA Putri Cempo yang kini menyimpan sekitar 1,6 juta ton.

Baca juga :