Pengelolaan TPST Piyungan Akan Pakai Teknologi RDF

Rencananya mulai diterapkan pada tahun 2021 mendatang
Kamis, 21 Feb 2019 12:07 WIB Author - Fatah Hidayat Sidiq

Yogyakarta - Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemprov DIY) tengah merancang sistem manajemen pengelolaan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan, Kabupaten Bantul. Cara lama dianggap cuma menunda masalah. Sampah akan terus menggunung.

Sistem yang dipakai kini dengan pemampatan dan menimbun sampah ke tanah (sanitary landfill) dengan alat berat. Pemerintah DIY akan meninggalkan teknik tersebut dan mengganti dengan yang lain, ujar Kepala Balai Pengelola Sampah Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY, Kuncoro Hadi Purnomo, baru-baru ini.

Bakal menjadi bom waktu, bila teknik lama masih diterapkan. Pertimbangan perubahan manajemen selanjutnya, tak mungkin memperluas lahan TPST Piyungan. Pun dengan mencari lokasi lain.

Sejumlah alternatif manajemen pengelolaan sampah telah terpikirkan. Menutupi sampah dengan membran tertentu untuk menangkap gas metana, misalnya. Zat ringan itu nantinya akan dimanfaatkan sebagai energi alternatif, baik pengganti gas elpiji ataupun pembangkit listrik.

Teknik tersebut memiliki kekurangan. Pembuangan sampah harus dipikirkan, usai gas metana diambil.

Baca juga :