Sleman Ingin Tol Solo-Jogja Dilengkapi Rest Area

Sleman Ingin Tol Solo-Jogja Dilengkapi <i>Rest Area</i> Tempat istirahat di area tol Batang-Semarang, Jateng. (Foto: Google Maps/Muhammad Riyadhi)

SLEMAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman silang pendapat dengan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Terkait rencana peniadaan tempat rehat (rest area) di tol Solo-Yogyakarta. Padahal, alasannya serupa: Demi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pemkab Sleman mengklaim, keberadaan lokasi peristirahatan itu bakal membuka peluang ekonomi kecil. "Potensi UMKM bisa ditampilkan di sana," ucap Sekretaris Daerah Sleman, Sumadi.

Baca juga:
Takkan Ada Rest Area di Tol Solo-Jogja
Proyek Tol Solo-Jogja Ancam Produksi Beras Sleman
Sesumbar Pemkab Sleman tentang 2 Proyek Tol

Tak sekadar itu. Pemkab Sleman juga mengusulkan beberapa titik pintu keluar (exit toll). Seperti di wilayah Maguwoharjo; seputara kampus UPN Veteran; Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping; dan Desa Bangunkerto, Kecamatan Turi.

Juga berharap akses keluar di dekat desa wisata. Agar destinasi setempat berkembang. "Soal disetujui atau tidak, merupakan kewenangan pemerintah pusat," kata dia.

Meski demikian, hingga kini Pemkab Sleman belum mendapat kepastian tentang jalur dan ada-tidaknya fasilitas tempat istirahat saat pertemuan terakhir berlangsung. Padahal, rencana pembangunan akan disosialisasikan medio November 2019.

"Kami hanya diminta membantu sosialisasi kepada warga. Masih sebatas itu saja. Belum diberitahu tentang ada tidaknya rest area," tukas Sumadi, mencuplik Suara Merdeka.