Polisi Antisipasi Banjir Semarang akibat 'Supermoon'

Polisi Antisipasi Banjir Semarang akibat 'Supermoon' Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, mGubernur Jateng, Ganjar Pranowo (memakai topi), meninjau lokasi banjir di bawah jembatang tol Kaligawe, Kota Semarang, Selasa (4/12). (Foto: Pemprov Jateng)

Semarang - Polisi mewaspadai potensi banjir rob dan hujan dampak fenomena bulan super (supermoon) di jalur pantai utara (pantura) di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng). Sebab, menjadi langganan banjir kala gelombang laut pasang terjadi.

"Sebagai pelanggan tetap banjir rob, tentu kita mewaspadai dengan fenomena tersebut. Kemarin-kemarin tanpa supermoon saja, kita kebanjiran selama berminggu-minggu," ujar Kapolsek Genuk, Kompol Zaenul Arifin, Senin (21/1).

Kata dia, banjir akibat gelombang laut pasang tak cuma melanda Kaligawe, Semarang. Namun, kerap kali masuk ke permukiman warga. Sehingga, polisi harus ekstrabekerja mengatur lalu lintas, agar tak terjadi kemacetan. 

"Kita bersiap sembari berkoordinasi dengan instansi tekait, jika sewaktu-waktu terjadi banjir rob. Hingga saat ini belum terlihat dampak fenomena supermoon, tapi kita tidak boleh lengah," jelas eks-Kasatpolair Polres Demak itu.

Curah hujan saat ini masih relatif tinggi. Ketika terjadi gelombang laut pasang, ancaman banjir kian besar. Soalnya, air hujan tak langsung mengalir ke laut saat pasang.

"Maka, akan tertahan dulu di daratan. Dan daerah kita, di Genuk itu, termasuk dataran rendah. Sehingga, menjadi langganan banjir, entah itu akibat hujan deras maupun rob," tutup Zaenul.