Pemkab Klaten Atasi Hama Tikus dengan Burung Hantu

Pemkab Klaten Atasi Hama Tikus dengan Burung Hantu Wabup Klaten dengan perwakilan Instiper dan PT Tirta Investama saat meneken MoU budidaya burung hantu. Foto: Diskominfo Klaten

Klaten, Pos Jateng - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten mengembangkan habitat burung hantu (Tyto Javanica) untuk mengatasi hama tikus di persawahan.

Program tersebut bekerja sama dengan PT Tirta Investama dan Institut Pertanian Stiper (Instiper) Yogyakarta dan dilakukan di sepanjang daerah aliran Sungai Pusur, Kecamatan Polanharjo.

“DAS Sungai Pusur hingga saat ini ada habitat burung hantu. Mahasiswa kami pun sudah melakukan penelitian bahwa di setiap bioplot itu ada paling tidak 10 pohon yang memang berpotensi untuk menjadi habitat burung hantu,” kata Peneliti dari Instiper, Prasanto Bimantyo dalam keterangannya di laman klatenkab.go.id, Kamis (21/10).

Ia juga menjelaskan, jika dilihat dari peta satelit memang hanya di area Sungai Pusur yang masih rimbun. Maka dari itu, ia mengatakan daerah sepanjang sungai Pusur yang harus dijaga sebagai habitat alami.

”Pohon biasanya untuk rumah Tyto Javanica adalah trembesi, dan beringin. Tidak hanya untuk burung hantunya saja, tapi juga menjaga sungainya dari erosi. Dalam semalam Tyto Javanica dewasa mampu memangsa lima ekor tikus dan membunuh sembilan ekor tikus per malamnya,” tambahnya.

Sementara Wakil Bupati Klaten, Yoga Hardaya menyampaikan apresiasi yang luar biasa kepada Instiper Yogyakarta yang telah melakukan penelitian.

“Habitat burung hantu bisa dikembangkan untuk seluruh lahan pertanian di Kabupaten Klaten. Karena para petani, menurut petugas, sampai saat ini belum bisa mengendalikan hama tikus. Tolong dibantu untuk habitat burung hantu bisa berkembang,” pungkasnya.