Pemkab Banyumas Sinergikan Jaminan Kesehatan

Pemkab Banyumas Sinergikan Jaminan Kesehatan Foto: Wakil Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastinono. Sumber foto: banyumaskab.go.id

Pemerintah Kabupaten Banyumas meluncurkan Forum Sinergitas optimalisasi jaminan Kesehatan melalui Kartu Indonesia Sehat (KIS) Penerima Bantuan Iuran (PBI). Forum tersebut dibentuk untuk meringankan biaya kesehatan bagi masyarakat miskin di Kabupaten Banyumas.

Masyarakat yang tidak mampu dan tidak terciover oleh JKN-KIS perlu mendapat perhatian khusus. Dengan adanya keterbatasan kuota KIS-PBI APBD kabupaten, maka peserta yang akan diintegrasikan harus selektif, tepat sasaran sesuai skala prioritas.

“Dengan adanya keterbatasan kuota KIS-PBI APBD kabupaten, maka peserta yang akan diintegrasikan harus selektif, tepat sasaran sesuai skala prioritas yaitu masyarakat yang sangat memerlukan kecepatan mendapatkan pelayanan di fasilitas pelayanan kesehatan,” ujar Wakil Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastinono, Kamis (24/6).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas, Sadiyanto, mengatakan pihaknya telah melakukan integrasi selektif. Pihaknya juga telah mengintegrasikan eks peserta PBI APBD Provinsi kedalam kepesertaan KIS-PBI bersumber anggaran APBD Kabupaten dari bulan Mei-Juni Tahun 2021 sebanyak 9.000 peserta.

“Diharapkan dengan adanya kolaborasi forum antara dengan Badan, Lembaga Amil Zakat, Infaq, Shodaqoh Dan Philanthropic ini dan optimalisasi integrasi jaminan kesehatan nasional, dapat menguatkan sinergi antara unsur Pemerintah dan luar Pemerintah. Serta dapat mengatasi pembiayaan kesehatan bagi masyarakat miskin di Kabupaten Banyumas,” kata Sadiyanto.