Nataru, BPBD Jateng Siagakan Posko Siaga Bencana

Nataru, BPBD Jateng Siagakan Posko Siaga Bencana Posko siaga bencana. (Foto: Pemkab Tanah Bumbu)

SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) menyiagakan sejumlah posko siaga bencana. Berada di titik-titik rawan. Guna meminimalisasi risiko kala Natal dan tahun baru (Nataru).

"Kami siaga 24 jam. Untuk mengantisipasi berbagai bencana yang mungkin terjadi," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, Sudaryanto, di Kota Semarang, Rabu (18/12).

Personel dari instansi terkait lainnya turut terlibat dalam posko. Seperti TNI, Polri, Basarnas, Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Cipta Karya (PU Marcipka), dan BPBD kabupaten/kota.

Untuk lainnya, membuat desa tangguh bencana (Destana), pemasangan alat peringatan dini (EWS), serta simulasi dan pelatihan. Kepala daerah pun diminta mengiventarisasi lokasi rawan bencana, menyiapkan logistik, dan mengecek tanggul-tanggul berisiko.

"Juga sudah menyiapkan dana tak terduga dari gubernur tahun 2019 sebesar Rp23 miliar. Yang dapat digunakan untuk penanganan bencana," ucap dia.

"Masyarakat dapat melaporkan. Jika terjadi bencana. Melalui SMS ke 08121556495, WhatsApp 08813809409,  telepon 024 3562293 atau ke website bpbd.jatengprov.go.id," tuturnya.

Berdasarkan data BPBD, ribuan udik rawan bencana. Detailnya: 1.691 desa rawan banjir, 2.136 desa berisiko longsor, dan 658 desa berpotensi terjadi angin puting beliung.

Sepanjang Januari hingga medio Desember 2019, terjadi 2.179 bencana alam di Jateng. Perinciannya: 645 kebakaran, 572 angin kencang, 504 longsor, 294 kebakaran lahan hutan, dan 151 banjir.

Akibatnya, mengutip situs web Pemprov Jateng, 35 jiwa meninggal dunia. Lalu, sebanyak 1.200 rumah rusak berat, 1.832 rusak sedang, dan 8.670 rusak ringan. Kerugian material ditaksir miliaran rupiah.