Meski Harganya Tinggi, Dinas Perdagangan Kudus Pastikan Stok Kebutuhan Pokok Aman

Meski Harganya Tinggi, Dinas  Perdagangan Kudus Pastikan Stok Kebutuhan Pokok Aman Kebutuhan pokok masyarakat (Ilustrasi). (ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif)

KUDUS-Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, memastikan stok kebutuhan pokok masyarakat di Kabupaten Kudus selama bulan puasa tersedia aman, meskipun ada beberapa komoditas yang harganya masih tinggi.

"Kami mencatat, semua komoditas yang dibutuhkan masyarakat mulai dari beras, minyak goreng, gula, bawang putih, bawang merah, cabai, daging hingga telur ayam tersedia dalam jumlah yang aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," kata Kepala Bidang Fasilitasi Perdagangan, Promosi, dan Perlindungan Konsumen pada Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Imam Prayitno di Kudus, Rabu (06/05).

Ia mengungkapkan stok yang tersedia merupakan stok berjalan yang dimiliki oleh masing-masing pedagang besar di Kabupaten Kudus.

Dibandingkan dengan data pekan sebelumnya, kata dia, stoknya memang berfluktuasi, namun sejauh ini ketersediaannya masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Kudus.

Komoditas gula pasir yang harganya masih tinggi di pasaran, stoknya saat ini mencapai 680 ton atau lebih tinggi dibandingkan stok pekan sebelumnya, kemudian stok beras tercatat sebanyak 4.200 ton yang tersimpan di gudang para pedagang.

Sementara stok berjalan untuk komoditas minyak goreng curah mencapai 235.000 liter, dan bawang putih sebanyak 45,5 ton yang tersimpan di gudang sejumlah distributor.

Untuk komoditas bawang merah, kata dia, stok di pasaran tersedia 25,9 ton, sedangkan daging ayam mencapai 35,4 ton, daging sapi 10,6 ton, dan kebau sebanyak 6,2 ton.

Komoditas lainnya, seperti cabai besar tersedia sebanyak 45 ton, cabai rawit sebanyak 30,88 ton, dan telur stoknya juga cukup banyak mencapai 39,5 ton.

Dengan ketersediaan stok bahan pangan, maka masyarakat tidak perlu khawatir karena di tengah pandemi penyakit virus corona (COVID-19) masih tersedia aman.

"Kami berharap tidak ada aksi borong karena pemerintah tetap akan memantau ketersediaannya di pasaran. Jika ketersediannya menipis, tentunya kami juga akan berupaya menjalin komunikasi dengan berbagai pihak agar kebutuhan bahan pokok tetap terpenuhi," ujarnya.

Terkait dengan harga beberapa komoditas yang masih tinggi, dia menganggap, ketika permasalahannya terjadi hampir di semua daerah, maka diharapkan Pemerintah Pusat yang mengatasinya.

Salah satunya, terkait dengan harga gula pasir yang hingga kini masih tinggi karena mencapai Rp18.000 hingga ada yang dijual eceran lebih dari harga tersebut per kilogramnya. (Ant)