Ganjar Harap PB Djarum Terus Eksis

Ganjar Harap PB Djarum Terus Eksis Seorang anak mengikuti Audisi Umum Bulutangkis PB Djarum. (Foto: PB Djarum)

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, berharap, PB Djarum terus menggelar audisi umum bulutangkis. Dengan dalih telah melahirkan banyak atlet berprestasi.

"Saya mendorong agar itu tetap berjalan. Karena itu dalam rangka mencari talenta anak-anak kita," ujarnya di Kota Semarang, Senin (9/9).

Menurutnya, perlu keterlibatan swasta dalam mengurus olahraga. Kilahnya, pemerintah takbisa berjalan sendiri.

"Kalau negara saja ngurus olahraga, pasti kurang. Maka, kita mengajak swasta," ucap politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini.

Di sisi lain, dia mendorong masalah tersebut diselesaikan secara dialog. Antara PB Djarum dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

"Kami punya kepentingan. Agar atlet-atlet berbakat kita bisa juara," kata Ganjar, mencuplik detikcom.

PB Djarum memutuskan menghentikan audisi umum bulutangkis per 2020. Seiring keputusan KPAI melarang keterlibatan produsen rokok berpartisipasi kegiatan yang melibatkan anak-anak.

Keputusan itu, disebut selaras dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014. Apalagi, kegiatan yang sudah-sudah dianggap mengeksploitasi anak.

Terpapar Rokok
Sementara, Komisioner KPAI, Sitti Hikmawatti, mengungkapkan, tingkat keterpaparan anak terhadap rokok pada 2013 mencapai 7,2 persen. Ini merujuk hasil riset kesehatan dasar.

Angka tersebut naik pada 2018. Menjadi 9,1 persen. "Salah satunya adalah, karena promosi rokok tersebut," ungkapnya.

Dirinya melanjutkan, keputusan menghentikan audisi atlet badminton oleh PB Djarum menunggu riset itu terbit. Sehingga, baru dilakukan tahun ini.

"Setiap promosi yang melibatkan anak, itu berdampak. Jadi, kasus ini bukanlah sebuah kotak pandora," terang dia, melansir Tribun Jateng.

Kendati begitu, Sitti menegaskan, "Kami tidak melarang audisinya." KPAI, lanjutnya, hanya meminta citra merek rokok pada ajang tersebut ditiadakan.