Ketua KPAI Konfirmasi Data Instansinya Dicuri

Ketua KPAI Konfirmasi Data Instansinya Dicuri Ilustrasi cyber security. Foto: unsplash.com

Jakarta, Pos Jateng - Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Susanto membenarkan telah terjadi pencurian database pengaduan di instansinya. Pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut kepada Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Mabes Polri dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

“Direktorat Siber Mabes Polri dan BSSN telah berkoordinasi dengan KPAI untuk langkah-langkah selanjutnya. Adanya kasus pencurian data ini tidak menggangu layanan pengaduan KPAI. Layanan tetap berjalan dan aman," ujar Susanto dalam keterangan tertulis, Kamis (21/10) malam.

KPAI tidak merinci kapan tepatnya peristiwa pencurian database terjadi. Namun mereka mengklaim sudah menindaklanjutinya sejak 18 Oktober 2021.

Sebagai informasi, database milik KPAI bocor dan telah dijual di situs jual beli data ilegal online yang biasa didapat dari hasil peretasan dan kebocoran, yakni RaidForums.

Data yang dijual seperti ID, email, nama lengkap, tanggal lahir, jenis kelamin, nomor handphone, dan password yang masih ter-hash atau tersandi. Semua dijual dengan harga US$5 ribu atau sekitar Rp74 juta.

Database tersebut diunggah pada 13 Oktober 2021 pukul 11.07 malam dengan nama Leaked Database KPAI (kpai.go.id) oleh akun C77. Kabar kebocoran data itu pun lantas viral di semua lini masa informasi sampai saat ini.