Mula-mula Suap DAK Kebumen

Mula-mula Suap DAK Kebumen Wakil Ketua nonaktif DPR, Taufik Kurniawan, duduk di kursi pesakitan Pengadilan Tipikor Semarang, Jateng, Rabu (20/3). (Foto: Antara/IC Senjaya)

Semarang - Bekas Bupati Kebumen, Yahya Fuad, menyatakan, dirinya mengupayakan mendapat dana alokasi khusus (DAK) karena banyak infrastruktur fisik rusak. Bahkan, sempat dijuluki sebagai daerah jeglogan sewu.

"Jalan di Kebumen banyak rusak. Di medsos, di media disebut, Bupati baru punya wisata baru. Jeglongan sewu. Maka, kami coba cari dana," ujarnya saat bersaksi untuk terdakwa Taufik Kurniawan di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (27/3).

Baca juga:
Taufik Kurniawan Didakwa Terima Suap Rp4,8 Miliar
Taufik Kurniawan Ngebet Ditahan di Lapas Kedungpane
Kamar Hotel Gumaya 'Saksi Bisu' Transaksi Suap DAK Kebumen

Anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) telah diketok, Desember 2016. Dirinya lantas safari politik ke anggota dewan di Senayan asal Kebumen. Berharap pemerintah pusat mengucurkan anggaran untuk membenahi jalan.

"Anggota DPR RI wakil Kebumen ada tujuh orang. Kami temui semua pas datang berkunjung atau saya pas datang ke Jakarta," ucap dia.

Ternyata Taufik mampu mengusahakan DAK pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2016. Yahya dijanjikan mendapat Rp100 miliar. "Tapi beliau katakan, kawan-kawannya minta kompensasi," tambahnya.

Biaya (fee) pengurusan DAK yang diminta Wakil Ketua nonaktif DPR itu sebesar lima persen dari total anggaran yang cair. Yahya tak langusung mengiyakan. Berkoordinasi dengan pemborong mula-mula.

Selanjutnya, dia membenarkan isi berita acara pemeriksaan (BAP). Termasuk cara transaksi yang dibagi tiga tahap. Juga nominalnya.

Taufik diduga menerima Rp3,65 miliardalam perkara ini. Kebumen sendiri mendapat DAK sebesar Rp93,3 miliar dari nilai pengajuan Rp100 miliar.