Kasus TBC Tinggi, Pemkab Purbalingga Dorong Warga Proaktif Periksa Kesehatan

Kasus TBC Tinggi, Pemkab Purbalingga Dorong Warga Proaktif Periksa Kesehatan Rapat Koordinasi Tim Percepatan Eliminasi Tuberkulosis Multisektoral Kabupaten Purbalingga, Senin (19/9). Sumber: purbalinggakab.go.id

Purbalingga, Pos Jateng – Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah (Setda) Purbalingga, Imam Wahyudi, mendorong masyarakat agar proaktif memeriksakan diri dan mewaspadai tuberkulosis (TBC) mengingat tingginya angka kasus TBC di daerah tersebut.

Imam mengatakan, penyakit TBC merupakan masalah yang serius, apalagi saat ini telah tercatat sebanyak 1.992 kasus TBC di Purbalingga dengan rentang waktu antara Januari 2022 sampai Agustus 2022. Sehingga penanganannya perlu dilakukan dengan benar, baik oleh pemerintah maupun masyarakat Purbalingga.

“Hal ini saya pikir merupakan sesuatu yang cukup serius dan harus kita tangani betul. Yang sangat penting bagi kita itu justru bagaimana kita menyosialisasikan, menemukan kalau ada orang punya gejala TBC bisa didorong untuk segera diobati dan gratis,” sebut Imam dalam Rapat Koordinasi Tim Percepatan Eliminasi Tuberkulosis Multisektoral Kabupaten Purbalingga, Senin (19/9).

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Purbalingga, Jusi Febriyanto menyebut, pihaknya telah membangun kerja sama dengan berbagai pihak, salah satunya Yayasan Mentari Sehat Indonesia (MSI) dalam menyosialisasikan program penanganan TBC.

“Selain itu, Dinkes juga meningkatkan koordinasi dengan public private mix yang terdiri dari klinik, DPM [dokter praktik mandiri], laboratorium, dan apotek,” ujar Jusi seperti dikutip dari purbalinggakab.go.id.

Pihaknya menambahkan, karena penularan TBC relatif mudah, terutama bagi anggota keluarga yang tinggal satu rumah dengan penderita, Dinkes juga rutin menggelar ‘Gempur Toss TB’ (Gerakan Membara Purbalingga Temukan Obati Sampai Sembuh Penderita TBC) dan investigasi kontak pasien TBC.

“Kalau sudah ada pasien TB dalam satu rumah, biasanya tidak cuma satu yang kena, biasanya istri atau suaminya atau anak-anaknya. Kita cek semuanya, jadi nanti meningkatkan jangkauan, intinya itu bagaimana kita mendapatkan sebanyak mungkin pasien TB dan kita obati sampai sembuh,” pungkas Jusi.