Dukuh Sawangan Ingin Keluar dari Kabupaten Tegal

Dukuh Sawangan Ingin Keluar dari Kabupaten Tegal Jalan Dukuh Sawangan, Desa Sigedong, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, Jateng. (Foto: fikrifaqih.com)

Tegal - Warga Dukuh Sawangan, Desa Sigedong, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah (Jateng), ingin masuk Kabupaten Brebes Selatan jika jadi dimekarkan. Sebab, merasa "dianaktirikan" oleh pemerintah daerah (pemda).

Hal tersebut, disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Tegal, Nuridin, saat menerima keluhan masyarakat setempat. Soalnya, janji pembangunan jalan Sawangan menujung Sigedong sepanjang 11 kilometer tak kunjung terealisasi.

"Jalan selebar tiga meter itu, telah dibuka. Tapi, hingga kini belum diaspal. Padahal, jalan tembus tersebut juga bisa menjadi jalur evakuasi saat Gunung Slamet bergejolak," ujarnya, Jumat (9/11).

Jika warga menuju Sigedong dan Bumijawa melalui jalan Kabupaten Tegal, memakan banyak waktu. Pasalnya, jarak tempuh lebih dari 20 kilometer.

"Makanya, warga lebih dekat dengan wilayah Brebes. Permintaan gabung dengan Brebes Selatan sudah mulai menjadi pembicaraan warga Sawangan," ungkapnya.

Politikus Partai Golkar ini mengingatkan, potensi pertanian dukuh terdekat dengan puncak Gunung Slamet tersebut luar biasa. Bahkan, menjadi sentra sayur-sayuran dan buah-buahan. Kentang menjadi komoditas unggulannya.

Jauhnya jarak antara dukuh dengan pusat pemerintahan, menyebabkan harga-harga kebutuhan pokok di Sawangan mahal. "Di tingkat nasional, pemerintah getol dengan harga disamaratakan. Sedangkan di Sawangan, malah jomplang jauh," bebernya.

Nuridin mencontohkan dengan harga semen di Sawangan mencapai Rp65 ribu per kantong. Artinya, Rp15 ribu per kantong lebih mahal dibanding wilayah lain.

Sawangan pun tertinggal dalam teknologi. Sulit mendapatkan sinyal ponsel di sana. Begitu pula dengan minimnya penerangan jalan. "Dari Bumijawa hingga Sawangan, belum ada lampu penerangan jalan," tuntas dia.