Dinkes Jateng: Kasus DBD Menurun

Dinkes Jateng: Kasus DBD Menurun Pokja Jumantik Anggota UKS Bastari MAN I Tapin, Kalsel, memantau genangan air yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, Februari 2017. (Foto: Kemenag)

Semarang - Dinas Kesehatan Jawa Tengah (Dinkes Jateng) menyatakan, kasus demam berdarah dengue (DBD) pada 2018 menurun dibanding tahun sebelumnya.

Kendati begitu, Kepala Dinkes Jateng, Yulianto Prabowo, mengimbau masyarakat proaktif menjaga lingkungan dari genangan air. "Pemberantasan yang paling efektif dan sederhana serta murah, adalah masyarakat sendiri," ujarnya, Jumat (11/1).

Baca: DBD Mulai Merebak di Kota Semarang

Berdasarkan data Dinkes Jateng, terjadi 8,68 kasus DBD per 100 ribu jiwa penduduk pada 2018. Sedangkan di 2017, jumlahnya 22 kasus per 100 ribu jiwa penduduk.

Pemerintah provinsi (pemprov), imbuh dia, juga mendorong pembentukan juru pemantau jentik (jumantik). "Satu rumah, satu jumantik. Tugasnya, memastikan setiap rumah tidak ada jentik nyamuk," jelasnya.

Yulianto mengingatkan, mencegah lebih baik daripada mengobati. Karenanya, pemantauan jentik harus rutin per lima hari sekali.

Baca: Salatiga Sukar Kendalikan Penyebaran DBD