Tekan Kemiskinan, Warga Kebonbatur Demak Belajar Pengembangan Produk Kunyit

Tekan Kemiskinan, Warga Kebonbatur Demak Belajar Pengembangan Produk Kunyit Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, saat menutup pelatihan ekonomi pengolahan kunyit kering, di Balai Desa Kebonbatur. Foto: Humas Jateng

Demak, Pos Jateng - Puluhan warga Desa Kebonbatur, Kecamata Mranggen, Kabupaten Demak menerima pelatihan pengolahan kunyit untuk dijadikan barang konsumsi. Pelatihan gelaran Pemprov Jateng bersama Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) ini bertujuan agar warga miskin Mranggen berdaya secara mandiri.

“Biasanya kalau kunyitnya banyak lalu dijual di pasar, itu harganya belum nendang. Tetapi kalau sudah diolah, dikemas apalagi nanti kemasannya sudah mendapatkan izin dari dinas terkait, maka jangkauan pemasarannya lebih jauh,” kata Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, dilansir dari jatengprov.go.id, Rabu (10/11).

Wagub berharap, ketika pemerintah berupaya mengentaskan kemiskinan, masyarakat jangan hanya meminta bantuan, tetapi harus berdaya. Hal itu bisa dilakukan dengan berbagai cara, antara lain dengan mengembangkan potensi-potensi yang ada seperti menjahit dan membuat empon-empon atau jamu tradisional.

“Masyarakat Kebonbatur harus berdaya, memiliki inovasi, dan memiliki jiwa entrepreneur atau berwirausaha. Sehingga, apa saja yang ada di daerah Kebonbatur yang bisa dikembangkan lagi,” pintanya.

Sementara itu, Ketua Umum BKOW Jateng, Nawal Arafah Yasin menambahkan, pelatihan ekonomi ini dikhususkan bagi kelompok perempuan di Desa Kebonbatur. Pelatihan mengolah kunyit menjadi berbagai produk minuman dan serbuk kering tersebut diikuti sebanyak 30 perempuan yang terbagi menjadi tiga kelompok.

“Tujuan pelatihan ekonomi di Desa Kebonbatur ini adalah untuk meningkatkan keterampilan mengolah hasil pertanian, khususnya kunyit. Pelaksanaan program ini lebih fokus pada pemberdayaan perempuan rentan,” katanya.

Sebagai informasi, pelatihan pengolahan kunyit merupakan bagian dari program Desa Sejahtera (Destara) 2021 yang diinisiasi Pemprov Jateng dan BKOW Jateng. Program Destara 2021 dilaksanakan di tiga kabupaten yang dipilih sebagai percontohan, yakni Kabupaten Pemalang melalui budidaya buah rambutan di Desa Bantarbolang, Kabupaten Demak dengan kunyit sebagai komoditas unggulan Desa Kebonbatur, dan Kabupaten Sragen melalui budidaya ikan air tawar.