Tak Semua Sampah Kota Pekalongan Tertangani

Volumenya 17,5 ton karena tak dibuang pada tempatnya
Penulis: Fatah Hidayat Sidiq - Selasa, 13 Agustus 2019
Ilustrasi seorang ibu dan dua anaknya menutup hidung saat melintasi tumpukan sampah berbau busuk. (Foto: AP/Laura Leon)
Ilustrasi seorang ibu dan dua anaknya menutup hidung saat melintasi tumpukan sampah berbau busuk. (Foto: AP/Laura Leon)

PEKALONGAN - Penduduk Kota Pekalongan, Jawa Tengah (Jateng), menghasilkan 146,38 ton sampah per hari. Atau 0,45 kilogram sampah per orang.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan, mencatat, sebanyak 88 persen sampah itu masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA). Setara 128,8 kilogram.

"Dikurangi total sampah yang dihasilkan, berarti 17,5 ton sampah di 'Kota Batik' belum tertangani," ujar Kepala DLH Kota Pekalongan, Purwanti, Selasa (13/8).

Baca juga:
Warga Klaten Kerap Asal Buang Sampah
Menteri LHK: Sampah Harus Ditangani Serius
Greenpeace: Plastik Sekali Pakai Jadi Polusi Masa Depan

Dibuang sembarang. Baik ke sungai, drainase, maupun lahan kosong. Pangkal 12 persen sampah takbisa ditangani setiap harinya.

Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan berencana melibatkan seluruh elemen masyarakat. Guna menyelesaikan masalah tersebut.

"Kami juga menggandeng wilayah tetangga. Karena sampah di aliran sungai, juga kiriman dari Kabupaten Pekalongan," tandas dia, menukil Tribun Jateng.

Editor:

Fatah Hidayat Sidiq adalah editor di posjateng.id

Scroll