Pemkab Klaten Bentuk Tim Khusus Tangani Tambang Ilegal

Pemkab Klaten Bentuk Tim Khusus Tangani Tambang Ilegal Salah satu lokasi penambangan galian C di Desa Bendungan, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten. Foto: klatenkab.go.id

Klaten, Pos Jateng – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten membentuk tim khusus untuk menangani masalah tambang ilegal di wilayahnya. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP & Damkar) Klaten, Joko Hendrawan mengatakan, tim khusus ini beranggotakan lintas organisasi perangkat daerah (OPD) yang telah menyiapkan langkah penanganan sesuai tupoksi masing-masing.

“Kemarin hasil koordinasi dibentuk tim. Akan ke lapangan sesuai dengan tupoksi masing-masing. Hasilnya akan dilaporkan ke Bupati dan diteruskan ke Gubernur,” paparnya, Kamis (8/12).

Joko menambahkan, peninjauan dan penertiban tambang ilegal yang dilakukan berfokus pada beberapa hal, seperti kerusakan lingkungan, infrastruktur, atau gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Misal, kalau kerusakan lingkungan, yang mengidentifikasi DLH. Sesuai tupoksi masing-masing lah,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Klaten, Agus Suprapto menjelaskan, meskipun perizinan tambang merupakan wewenang pemerintah provinsi, lokasi tambang secara administratif berada di wilayah Klaten. Sehingga masing-masing OPD menangani masalah tambang tersebut sesuai kewenangan.

“OPD masing-masing mengawasi dan membina sesuai tupoksinya. DPUPR terkait infrastruktur dan tata ruang, Satpol PP terkait penegakan peraturan daerah (perda), Dishub terkait jalur angkutan, BPKPAD, dan lain-lain,” jelasnya.

Lebih lanjut, Agus mengatakan, tim khusus tersebut akan dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) dan Asisten.

“Tim nantinya dipimpin Sekda dan Asisten. Hasilnya dilaporkan langsung ke Bupati. Meskipun sebelumnya Bupati juga sudah melaporkan persoalan tambang it uke Gubernur,” tandasnya.

Sebelumnya, cuitan warganet yang mengeluhkan puluhan tambang ilegal bebas beroperasi di Klaten sempat viral. Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming, ikut mengomentari cuitan tersebut dan menyebut Bupati Klaten sudah beberapa kali mengeluh kepadanya. Ia juga menyebut ‘bekingan’ tambang galian C di Klaten mengerikan.