BPBD Kabupaten Semarang: Lima Kecamatan Rawan Longsor

BPBD Kabupaten Semarang: Lima Kecamatan Rawan Longsor Longsor di Minahasa Selatan, Sulut, menutupi akses jalan trans Sulawesi di Desa Blongko, Kecamatan Sinonsayang, 11 Februari 2018. (Foto: bnpb.go.id)

Semarang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (Jateng), menyatakan, lima kecamatan rawan tanah longsor. Masyarakat diimbau mewaspadainya.

"Kecamatan Banyubiru, Jambu, Sumowono, Ungaran Barat, dan Bandungan," ujar Staf Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Semarang, Olfa Baskarani, sela pelatihan penanggulangan bencana di Lapanga Desa Banyubiru, Kamis (1/11). 

Ada wilayah lain yang rawan longsor. Namun, tingkat keparahannya tergolong ringan. "Seperti wilayah timur; Ungaran Timur, Bergas, Pringapus, Bringin, Bancak, Pabelan. Kemudian wilayah selatan; Suruh, Susukan, Kaliwungu. Itu yang tidak," bebernya.

Sedangkan Kecamatan Ungaran Barat, rawan banjir, meski cuma sesaat. "Begitu hujan, kelelep. Karena, got-got atau saluran pembuangan air tidak muat menampung air hujan," jelas Olaf.

"Kalau potensi puting beliung, mulai Bancak, Beringin, Pringapus, Pabelan, Suruh, Susukan, Kaliwungu," imbuhnya.

Upaya antisipasi yang dilakukan BPBD, kata Olaf, seperti sosialisasi dan penyuluhan. Salah satunya, sosialisasi desa tangguh bencana (destana), melalui pendidikan-pendidikan di sekolah, dan lainnya. 

"Kita sudah sosialisasikan masalah penanggulangan, termasuk dengan pelatihan. Ini, sudah merupakan latihan gabungan tingkat kabupaten yang dibawahi Korem," urainya.