Relawan Tanggap Bencana Bantul Terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan

Relawan Tanggap Bencana Bantul Terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan Penyerahan jaminan keselamatan bagi relawan di Kabupaten Bantul oleh BPBD dan BPJS Ketenagakerjaan. Sumber: bantulkab.go.id

Bantul, Pos Jateng – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul memberikan jaminan keselamatan bagi relawan tanggap bencana di daerahnya. Hal tersebut diwujudkan dengan mengikutsertakan para relawan dalam program BPJS Ketenagakerjaan.

Kepala BPBD Kabupaten Bantul, Agus Yuli Herwanto menyampaikan, relawan adalah kekuatan terbaik dalam upaya penanggulangan bencana, sehingga sudah sepantasnya mereka mendapat perlindungan saat tengah melakukan penanggulangan bencana. Ia juga berharap, ke depannya seluruh relawan di Kabupaten Bantul dapat terkover oleh BPJS Ketenagakerjaan.

“Untuk periode tahun anggaran 2022, dari tiga ribu relawan yang ada di Kabupaten Bantul, sudah tercatat seribu relawan yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Mekanisme pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan dan program lainnya yaitu melalui usulan dari organisasi induk relawan masing-masing dan kemudian akan diperbaharui setiap enam bulan sekali,” kata Agus dalam penyerahan BPJS Ketenagakerjaan bagi relawan di Bantul, Selasa (22/11).

Agus menambahkan, jaminan yang diberikan untuk para relawan adalah BPJS Ketenagakerjaan pada sektor bukan penerima upah. Mereka diikutsertakan dalam Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian.

Sementara itu, Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menyampaikan apresiasinya kepada BPJS Ketenagakerjaan serta BPBD Bantul yang telah menjalin kerja sama untuk memberikan perlindungan bagi para relawan. Dirinya berharap, program perlindungan ini dapat memberikan manfaat bagi mereka.

“Pemerintah menyadari bahwa relawan di lapangan berjuang dengan tingkat bahaya maupun risiko yang tinggi. Dengan adanya jaminan ini semoga dapat memberikan manfaat bagi para relawan jika dibutuhkan untuk membantu, agar masyarakat bisa tetap melanjutkan kehidupan ekonominya ketika mengalami risiko sosial ekonomi,” ujar Halim seperti dikutip dari bantulkab.go.id.