Pemkot Yogyakarta Olah Sampah Rumah Tangga dengan Biolos

Pemkot Yogyakarta Olah Sampah Rumah Tangga dengan Biolos Pj. Wali Kota Yogyakarta, Singgih Raharjo saat mengecek pipa Biolos di Klitren, Gondokusuman. Foto: jogjakota.go.id

Yogyakarta, Pos Jateng - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menggencarkan pengolahan sampah berbasis teknologi untuk membantu mengurangi produksi sampah dengan Biolos. Teknologi tersebut ditempatkan di perkampungan warga untuk membantu pengolahan sampah mandiri imbas penutupan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan.

Pj. Wali Kota Yogyakarta, Singgih Raharjo, menjelaskan bahwa Biolos merupakan salah satu alternatif pengelolaan sampah organik. Teknologi tersebut memiliki perpaduan biopori dan losida yang mampu membantu mengurai sampah rumah tangga.

“Biolos metode baru, sangat cocok untuk digunakan di rumah tangga karena bentuknya ramping tidak memerlukan lahan yang luas kemudian cara panennya pun gampang tinggal tarik saja sehingga saya kira ini menjadi salah satu dari solusi permasalahan sampah di level yang paling hulu yaitu di rumah tangga,” kata Singgih saat mengenalkan Biolos kepada warga Kemantren Gondokusuman, dilansir dari jogjakota.go.id, Minggu (30/7).

Singgih menjelaskan, Biolos berbentuk pipa panjang yang ditanam dalam tanah dan memiliki cabang. Sampah organik dapat dimasukkan melalui mulut pipa. Air resapan langsung terserap oleh tanah dan gas dari sampah keluar melalui cabang pipa yang mengarah luar.

Setelah satu atau dua bulan, sampah tersebut dapat dipanen dengan menarik tutup mulut pipa dan dapat digunakan sebagai pupuk tanaman.

Sementara itu, Pengelola Bank Sampah Augrah 14 di Gondokusuman, Ermin Rukmiyati, mengatakan pihaknya telah mendapatkan 2 unit Biolos. Alat tersebut dapat membantu masyarakat di wilayahnya yang sudah sadar sampah untuk meningkatkan lagi pengolahan sampah rumah tangga.

“Alhamdulillah kami mendapatkan biolos, perpaduan biopori dan losida. Sebagian besar (warga) telah mengolah sampah organik dengan losida dan emper tumpuk,” katanya.