Napi di Yogyakarta Diduga Alami Penyiksaan dan Pelecehan Seksual oleh Sipir

Napi di Yogyakarta Diduga Alami Penyiksaan dan Pelecehan Seksual oleh Sipir Ilutrasi Penjara. Foto: ppic.org

Yogyakarta, Pos Jateng – Sejumlah mantan narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Yogyakarta mengadu ke Ombudsman soal adanya dugaan penganiayaan hingga pelecehan seksual oleh terduga oknum sipir.

Salah satu mantan narapidana, Vincentius Titih Gita Arupadatu, mengaku kerap dipukul menggunakan selang, kabel listrik, dan kekerasan lainnya saat menjalani hukuman di Lapas Kelas IIA Yogyakarta. Tak hanya disiksa, Vincentius dan sejumlah mantan narapidana lainnya juga diduga mengalami pelecehan seksual.

“Pelakunya oknum petugas hampir semua. Kita kadang enggak melakukan kesalahan saja tatep dicari-cari kesalahannya,” ujarnya.

Kemudian, lanjut Vincentius, ada kejadian penghuni lapas pada suatu hari tidak memakai baju di dalam kamar tahanan. Oleh sipir hal ini dianggap kesalahan.

Warga binaan pemasyarakatan (WBP) itu kemudian disuruh berguling-guling hingga 100 meter. Ketika WBP muntah setelah berguling, sipir meminta WBP itu untuk memakan muntahannya sendiri.

“Ada yang disuruh minum air kencing, air kencing petugas. Lebih parah lagi, begitu datang ada yang dari Polres atau Polda itu. Jadi ada timun isinya dibuang, lalu diisi sambel, terus disuruh onani di situ dan timunnya suruh makan,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, lanjutnya, akibat praktik kejam itu bahkan sampai ada yang mengalami lumpuh akibat menerima begitu banyak siksaan. Para sipir juga tidak memperhatikan kondisi kesehatan WBP.