Mahasiswa Dominasi DPTb di Bantul

Mahasiswa Dominasi DPTb di Bantul Petugas memberikan surat suara kepada warga kala simulasi Pemilu 2019 di Kelurahan Pesurungan Lor, Kota Tegal, Jateng, Sabtu (6/4). (Foto: Antara Foto/Oky Lukmansyah)

Bantul - Sedikitnya 10 ribu jiwa masuk dalam daftar pemilih tambahan di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Didominasi mahasiswa luar daerah yang menimba ilmu.

"Sebelumnya (per 17 Maret 2019, red) ada 9.319. Sampai dengan tadi malam, jumlah DPTb di Bantul ada 10.024," ujar Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul, Arif Widayanto, Jumat (12/4).

Jumlah tersebut belum angka akhir. Apalagi, melansir detik.com, bila KPU mengeluarkan regulasi anyar ihwal DPTb.

Dia menambahkan, mahasiswa luar daerah masuk DPTb karena memenuhi satu dari empat kondisi. Tercantum dalam putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dan surat edaran (SE) KPU.

Logistik Defisit
Fenomena ini berpotensi menyebabkan kekurangan logistik pemilu. Khususnya surat suara di tiga wilayah terbanyak DPTb: Kecamatan Kasihan, Sewon, dan Banguntapan.

Arif menyampaikan demikian, lantaran 14 ribuan lembara surat cadangan tersebar merata ke seluruh wilayah Bantul. "Bahkan, DPT yang datang siang bisa tidak kebagian surat suara," ucapnya mengingatkan. Terdapat 3.040 TPS di 75 desa pada 17 kecamatan di Bantul.

Meski demikian, dirinya mengklaim, KPU bakal mengantisipasi masalah itu. Mengambil surat suara dari TPS lain, misalnya. "Tapi, ya, perlu waktu," katanya.