Kedu Raya Juga Rawan Konflik Pemilu

Kedu Raya Juga Rawan Konflik Pemilu Kapolda Jateng, Irjen Condro Kirono. (Foto: Polda Jateng)

Karanganyar - Polisi telah memetakan daerah rawan konflik Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 di Jawa Tengah (Jateng). Wilayah Solo Raya dan eks-Keresidenan Kedu disebut daerah mudah menimbulkan gangguan gangguan. 

"Seperti Magelang, Temanggung," ujar Kapolda Jateng, Irjen Condro Kirono, di Kabupaten Karanganyar, Selasa (12/3). "Juga Banyumas, Pekalongan, Pati, Semarang," imbuh dia.

Baca juga:
Mabes Polri Bantu Amankan Pemilu di Solo-Yogyakarta
DIY Rawan, Kapolda: Imbas Pemilu Sebelumnya
Maklumat Sultan terkait Pemilu 2019

Daerah-daerah tersebut tergolong rawan, lantaran mulai bermunculan gesekan antargolongan masyarakat. Polisi bakal melakukan pengamanan ekstra di sana.

"Ada friksi di Temanggung. Kemudian ada friksi di Muntilan. Jadi, kontestasinya itu memanas. Meningkat di wilayah itu," ucapnya.

Sebanyak 23 ribu personel kepolisian dikerahkan untuk mengamankan Jateng saat pemilu. Angka ini belum termasuk aparat gabungan dari TNI, Satpol PP, dan petugas lain di masing-masing daerah.

Condro menginstruksikan seluruh polres se-Jateng dan jajarannya menggelar sistem pengamanan (sispem). Kebijakan tersebut sebagai langkah antisipasi konflik. Kian tinggi tingkat kerawanan, semakin ketat pengamanannya.

"Kita tidak boleh under estimate. Semua kemungkinan-kemungkinan kita antisipasi," tutup mantan Kakorlantas Polri itu.