Jelang Kampanye Terbuka, Personel Polisi Solo Ditambah

Jelang Kampanye Terbuka, Personel Polisi Solo Ditambah Personel Polresta Surakarta menghalau pengunjuk rasa saat sispam 'Menghadapi Kontijensi Konflik Sosial' di De Tjolomadoe, Kabupaten Karanganyar, Jateng, Rabu (13/3). (Foto: Antara Foto/Mohammad Ayudha)

Semarang - Polda Jawa Tengah (Jateng) akan menambah 300 anggota kepolisian, 200 Brimob dan 100 Sabhara. Mereka akan ditugaskan di Kota Surakarta.

Kapolda Jateng, Irjen Condro Kirono, menyatakan, langkah itu guna mengantisipasi kerusuhan. Juga kriminal jelang kampanye terbuka Pemilu 2019.

"Kota ini paling banyak aktivitas kampanye. Baik dari nomor urut 01 maupun 02," ujarnya di Kota Semarang, Kamis (14/3).

"Kota Bengawan" kian "seksi" kala Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Menjadi kampung halaman Presiden Joko Widodo (Jokowi). Posko penantang petahana juga banyak berdiri.

Polda Jateng bersama Kodam IV/Diponegoro telah mengadakan simulasi pengamanan (sipam) nasional. Mengantisipasi potensi kerusuhan pada "pesta demokrasi". 

Simulasi meliputi beragam skenario. Teroris membajak bus, pelemparan mobil calon presiden (capres), hingga kericuhan saat pemungutan surat suara. Kegiatan dihadiri ratusan personel polisi-TNI se-Solo.