Jaring Para Dermawan, ACT Luncurkan Global Qurban

Jaring Para Dermawan, ACT Luncurkan Global Qurban Kepala Cabang Aksi Cepat Tanggap (ACT) Jawa Tengah Sri Suroto (kiri) dan Head of Marketing Communication (HOM) ACT Jateng Giyanto, saat menyampaikan keterangan pers kepada awak media, Sabtu (29/6/2019). (Foto: Antara).

SEMARANG - Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengajak masyarakat berkurban di Idul Adha mendatang melalui program Global Qurban, yang manfaatnya digulirkan secara masif dan luas hingga ke pelosok Indonesia, bahkan berbagai belahan dunia.

"Ibadah kurban tidak hanya berhubungan dengan Allah SWT, tapi juga berhubungan langsung dengan manusia. Umat Muslim mulai memahami pentingnya keluasan manfaat kurban, demi maslahat yang lebih besar. Idul Adha menjadi salah satu momen bagi para muslim yang diberi nikmat rezeki oleh Allah, untuk berbagi hartanya lewat cara berkurban," kata Kepala Cabang ACT Jawa Tengah Sri Suroto di Semarang, Sabtu (29/6).

Ia menjelaskan bahwa dalam penyediaan hewan kurban, Global Qurban melalui program Lumbung Ternak Wakaf (LTW) menyerap banyak sumber daya manusia.

Menurut Sri, Global Qurban melibatkan para peternak dan petani daerah untuk mengelola stok hewan kurban. Hewan-hewan tersebut dipersiapkan sesuai standar yang ditentukan oleh ACT, sekaligus terus menggerakan roda ekonomi masyarakat di wilayah implementasi Global Qurban.

"Dari hal tersebut, pelaksanaan Global Qurban pada tahun ini mengangkat tema 'Dermawan Berkurban', dalam rangka mengajak para dermawan untuk menunaikan ibadah kurban, dan menghadirkan semangat dalam berkurban," ujar Sri.

Giyanto selaku Head of Marketing Communication (HOM) ACT Jateng menambahkan, bahwa seluruh rangkaian implementasi ibadah kurban melalui Global Qurban menggambarkan makna berkurban.

"Kurban sejatinya tidak hanya menjadi jalan meraih takwa, tapi juga menggerakkan banyak umat untuk menebar manfaat," ujar Giyanto.

Dengan demikian, umat muslim di Indonesia dan global dapat menjadikan Hari Raya Idul Adha, sebagai momentum untuk berbagi kebahagiaan terhadap sesama.

"Insyaa Allah, pahala kurbannya dapat pahala wakafnya juga mengalir terus-menerus dan berkelanjutan," imbuhnya.

Giyanto mengungkapkan, distribusi kurban pada 2019 akan menyasar hingga 50 negara, dan ekspansi distribusi ini menjadi bentuk aksi nyata peduli umat muslim, baik di Indonesia maupun negara lain. (Ant).