Atasi Sampah Organik, Pemkot Yogyakarta Gencarkan Program Laron Sarungan

Atasi Sampah Organik, Pemkot Yogyakarta Gencarkan Program Laron Sarungan Ilustrasi pengolahan sampah organik. Sumber: melGreenFR via Pixabay.com

Kota Yogyakarta, Pos Jateng – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta masih gencar melakukan edukasi mengenai pengolahan sampah organik dari dapur melalui program Laboratorium Pengolahan Sampah Rumah Tangga Perkotaan (Laron Sarungan). Meski selama ini sampah anorganik yang menjadi fokus untuk diberantas, Pemkot Yogyakarta juga berupaya mengatasi volume sampah organik.

Kepala Bidang Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta, Ahmad Haryoko mengatakan, program Laron Sarungan ini pertama kali diluncurkan pada pertengahan tahun lalu, dan mendapatkan tanggapan yang positif dari masyarakat.

"Respons masyarakat terhadap program ini sangat bagus. Bahkan banyak mahasiswa dari luar DIY yang ikut belajar di Laron Sarungan. Ada juga pelajar jenjang SD yang meminta dirutinkan karena jumlah siswanya banyak," ujar Haryoko dalam keterangannya, Rabu (21/12).

Haryoko menambahkan, pihaknya menyiapkan sejumlah alternatif pengolahan sampah tangga kepada masyarakat melalui Laron Sarungan ini. Dalam setiap kegiatan edukasi, masyarakat dapat mempraktikkan secara langsung mulai dari proses pemilahan, pemanfaatan, hingga daur ulang.

"Beberapa alternatif pengolahan sampah rumah tangga tersebut ialah metode ember tumpuk, biopori, losida atau lodong sisa dapur hingga ecoenzim. Masing-masing metode sifatnya aplikatif dan mudah dilakukan di tiap rumah tangga," lanjutnya.

Lebih jauh lagi, Haryoko mengambil contoh program Laron Sarungan yang hingga kini masih dilakukan di Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Nitikan. Ia pun mengajak siapa pun yang ingin mempelajari pengolahan sampah organik rumah tangga untuk datang ke tempat tersebut.

"Silakan, warga yang masih bingung soal metode pengolahan sampah organik, bisa datang langsung, belajar di Laron Sarungan. Setiap yang datang kami berikan oleh-oleh pupuk kompos, hasil olahan dari laboratorium," tandasnya.