Menkes Prediksi Puncak Kasus Omicron BA.4 dan BA.5 Terjadi Pertengahan Juli

Menkes memprediksi puncak kenaikan kasus Covid-19 subvarian omicron BA.4 dan BA.5 akan terjadi pada minggu kedua atau ketiga Juli mendatang.
Selasa, 14 Jun 2022 16:18 WIB Author - Kurniasari Alifta Ramadhani

Nasional, Pos Jateng Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin memprediksi puncak kenaikan kasus Covid-19 yang disebabkan oleh subvarian omicron BA.4 dan BA.5 akan terjadi pada minggu kedua atau ketiga Juli mendatang. Budi mengatakan, puncak kenaikan penyebaran biasanya terjadi satu bulan setelah kasus pertama ditemukan.

Pengamatan kami ini gelombang BA.4 dan BA.5 itu biasanya puncaknya tercapai satu bulan sesudah penemuan kasus pertama. Jadi, seharusnya di minggu kedua atau minggu ketiga Juli kita akan melihat puncak kasus dari BA.4 dan BA.5 ini, kata Budi, dikutip dari kanal Youtube Sekretariat Presiden, Senin (13/6).

Budi mengungkapkan, berdasarkan hasil pengamatan dari Kementerian Kesehatan, subvarian omicron BA.4 dan BA.5 diperkirakan tidak akan berdampak lebih buruk dari varian delta, baik dari segi tingkat perawatan di rumah sakit maupun dari segi tingkat kematian.

Kami juga mengamati khususnya di Afrika Selatan, di mana varian BA.4 dan BA.5 ini pertama kali teridentifikasi dan hasil pengamatan kami bahwa puncak dari penularan varian BA.4 dan BA.5 ini sekitar 1/3 dari puncak delta dan omicron, kasus hospitalisasinya juga 1/3 dari kasus delta dan omicron, sedangkan kasus kematiannya 1/10 dari kasus kematian di delta dan omicron, ungkapnya.

Budi mengonfirmasi, sejauh ini di Indonesia telah terdapat 8 kasus subvarian baru BA.4 dan BA.5. Dari jumlah itu, tiga di antaranya merupakan kasus impor yang masing-masing berasal dari Mauritius, Amerika, dan Brazil. Ketiga warga negara tersebut terdeteksi saat menghadiri acara Global Platform for Disaster Risk Reduction di Bali, 23-28 Mei 2022. Sedangkan lima kasus lainnya merupakan kasus transmisi lokal yang terdeteksi di Jakarta dan Bali.

Baca juga :